i am just an ordinary indonesian who likes to share a dream to the world. discussion and sharing can be in bahasa Indonesia or english. see my next blog You can easily contact me via MSN (mamuiz@hotmail.com) or Skype (mamuiz)
Friday, September 19, 2008
{islam} hukum relativitas waktu
disclaimer: bahwa tulisan berikut adalah sebuah pemahaman awam seorang yang sedang belajar memahami agama. kesalahan atau kesalahpemahaman bersumber dari diri penulis sebagai sang maha salah dan kebenaran hakiki bersumber dariNya semata.
saya senantiasa merenungi ketika deretan rumah yang begitu megah dalam perjalanan pulang dari sholat subuh di kompleks rumah saya. bukanlah rumah-rumah para pengusaha yang memungkinkan untuk memiliki rumah sebesar dan semegah itu, deretan rumah itu dimiliki oleh para pegawai negeri atau beberapa tentara dan penegak hukum, yang dalam perhitungan matematis dan formula apapun tidak akan menghasilkan sebuah/beberapa rumah plus segala kemewahan di dalamnya jika hanya berdasarkan gaji semata. tulisan berikut ini, tidak akan membahas tentang bagaimana mereka "berhasil" mendapatkan "kalkulator" kekayaan yang hanya berisi tombol plus, kali, dan pangkat saja tanpa tombol kurang atau bagi. saya akan menulis tentang relativitas waktu.
pemilik rumah-rumah tersebut, seandainya mendapatkannya dari hasil yang tidak benar, mereka hanya merasakan "kenikmatan" yang semu sekitar 30 tahun di dunia. masa yang cukup panjang buat kita ketika masih hidup, tetapi sungguh sangat singkat untuk yang sudah meninggal (bayangkan abu jahal, yang mungkin berumur 60an tahun, sekarang sudah mendekam 14 abad di alam kubur, "kenikmatan" 60tahun di dunia menjadi semu).
sedangkan jarak antara sang kaya dan si miskin ketika dihisab/diperhitungkan di akhirat nanti adalah 500tahun, dan 1 hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. bayangkan apabila kekayaan didapat dari kalkulator sulap, berapa lama lagi harus menunggu dan kenikmatan 30 tahun dunia di banding penantian ketika dihisab nanti jadi sangatlah tidak setara.
islam mengajarkan kita hidup sederhana berdasarkan kemampuan atau rejeki kita dan mengajarkan kita untuk menghidupi diri dengan harta yang halal. banyak sahabat rasul yang kaya, pebisnis ulung abdurakhman bin auf ra atau usman bin affan ra, tetapi para pejabatnya sungguh sederhana atau zuhud, abu bakar ra atau nabi muhammad saw sendiri. karena mereka sangat mencintai kehidupan kampung akhirat, dan menganggap dunia adalah jembatan menuju kekekalan semata. barang yang haram hanya membuat tirai dari berkah Allah dan tidak diterimanya amalan baik selama 40hari.
dari renungan sepanjang jalan tersebut, saya memohon terbebas dari harta haram dan tidak tersilaukan dengan dunia. kenikmatan 30tahun sisa hidup dalam kemewahan tidaklah sebanding dengan apa yang harus kita terima kelak. menunggu di alam kubur dengan menanggung kekayaan yang tiada halal akan menambah berat penantian di alam itu kelak dan juga kelak ketika menghadap di sidang Maha Adil di akhirat.
saya menjadi bersyukur dengan apa yang saya miliki, apa yang telah diambil dan apa yang akan diberikan olehNya. kehalalan adalah suatu keharusan, karena Allah Maha Suci mencintai kesucian dan halal adalah salah satu dasar kesucian.
terimakasih Tuhan, atas hidayah dan petunjuk ini
Monday, September 01, 2008
1429H: ramadhan is coming
and the most gifts for muslim who commit fasting is that only Allah will give the reward and no one knows what will be the reward. in the hadith, there are two immediate happiness for people who do fasting during their lifetime, happiness when they do break fasting (the world) and when they see the 'face' of Allah (the after life).
hurry, get pack and be ready for this holy month. don't be alone bring your family also in this joyful month. don't miss the train or you have to wait another year (if Allah still give us a chance) and miss all fortune - worth more than the whole world.
this is the month where all muslim welcoming with joyful and farewelling with tearful. hope we can get more taqwa, magfirrah (forgiveness) and ridha from Allah.
Thursday, June 12, 2008
{ahmadiya} post skb
syukur akhirnya pemerintah mengeluarkan skb tentang pembatasan ahmadiyah, walaupun sangat terlambat tapi perlu saya syukuri. walaupun setiap keputusan selalu adalah yang pro dan kontra, selama dilakukan dengan cara santun.
walaupun santun, sebagaimana yang diajarkan oleh baginda Rasul Muhammad saw (pada saat Umar ra akan memukul seorang badui yang menyapa dengan kasar sang rasul, rasul melarang dan menjawabnya dengan santun), merupakan suatu keharusan --- tetapi sebagai manusia melihat sang Rasulnya diusik dengan seorang pendusta yang mengaku beragama Islam tapi mengaku sebagai nabi, amarah pastilah timbul.
permintaan umat islam sebenarnya adalah agar ahmadiyah menggunakan namanya sebagai sebuah agama yang terpisah, sebagaimana pakistan menjadikannya sebagai non-muslim dan tidak diperbolehkan untuk menunaikan pergi haji. jika kita ke website bahkan www.alislam.org adalah website ahmadiya dan selalu menghubungkan ajaran sesat ini dengan muslim atau islam. harusnya seperti bahai yang membuat agama sendiri dan terpisah dari islam di iran, atau druze di lebanon atau sikh di india. meyakini sesuatu adalah hak dan islam membebaskan setiap orang untuk memilih agamanya.
"The Indonesian government should stand up for religious tolerance instead of prosecuting people for their religious views." Brad Adams, Asia director at Human Rights Watch. Jika hanya berdasarkan kaca mata hak asasi manusia, mereka melihatnya sebagai tidak toleransi. toleransi adalah bagaimana kita menghargai umat beragama yang lain tetapi tidak untuk penista agama.
Saturday, May 03, 2008
keyakinanku {kasus agama ahmadiyya}
tulisan ini ditulis mengingat kasus ahmadiya yang menghangat dan bertepatan kematian 100tahun yang lalu al kadzib mirza di akhir bulan mei ini
ahmadiyya ... sebuah kata yang cukup ngetop saat ini. dan beberapa "pahlawan" hak asasi manusia pun bersuara lantang tentang sebuah kebebasan beragama dan menganggap Islam agama yang agung menentang kebebasan beragama tersebut. sungguh disayangkan "pahlawan" kesiangan itu tidak melihat sejarah berdirinya negara yang kita cintai ini, bagaimana muslim saat itu lebih mencintai negara ini daripada menjadikan negara ini sebagai negara agama dengan menghapus sebagian kata-kata di Piagam Jakarta dan menegaskan dalam undang undang dasarnya.
sesungguhnya, Islam sejak jaman Rasul yang agung, Muhammad saw dan sampai akhir jaman akan memiliki prinsip toleransi tinggi dalam beragama dengan dasar "untukmu agamamu dan untukku agamaku". sehingga agama lain dipersilahkan untuk berdiri bersama dengan dinullah ini, selama agama atau pengikut itu tidak mengganggu keberadaan Islam. ahmadiyya yang memiliki nabi sendiri setelah Sang Rasul, sesungguhnya sudah keluar dari keyakinan Islam sebagaimana keputusan Rabithah Al Islami, tahun 70an di Mekah dan keyakinanku pula. hal yang mengusik ketika mereka masih mengaku Islam, masih menggunakan masjid.
Islam adalah sudah sempurna sebagaimana janji Allah ketika Rasulallah menunaik Haji Wada "... telah Aku sempurnakan agamamu untukmu". sehingga ketika ahmadiyya mengaku mirza nabi dan masih Islam, suatu hal yang tidak dapat dilakukan kecuali menanggalkan salah satu pengakuan itu. dalam keyakinan atau keimanan, seharusnya kita tidak boleh main-main, kaum ahmadiyya seharusnya mempelajari siapa mirza sebelum mengagungkannya sebagai seorang nabi.
Pemerintah Indonesia, walaupun sudah telat 40tahun untuk memutuskan hal ini, sangat bijaksana untuk menyatakan kesesatan mirza dengan ahmadiyya. kita sebagai muslim sudah cukup sabar dalam kasus ini, tetapi dengan sedikit kesabaran kita seharusnya menunggu keputusan skb dan menggunakan hukum sebagai alat untuk memberangus organisasi ahmadiyya di indonesia untuk selamanya. sedangkan pengikut ahmadiyya dipersilahkan untuk memeluk agama yang berlaku, apakah kembali ke Islam atau agama yang lain.
tentang kejadian di bogor atau sukabumi, merupakan harga yang harus dibayar oleh pemerintah indonesia atas kelambanannya, pengikut ahmadiyya yang mengusik Islam dan muslim Indonesia. Rasulallah dengan Piagam Madinahnya mengakui agama-agama yang lain untuk hidup berdampingan, tetapi akan menumpas ajaran-ajaran sesat sebagaimana Abu Bakar ra menumpas al kadzib musalamah di yaman. mirza sesungguhnya termasuk al kadzib sebagaimana al moshadeq, yang mengaku rasul tanpa dasar dengan tetap mengikat kepada keyakinan Islam.
kepada teman-temanku yang meyakini mirza, coba sekali lagi renungkan keyakinan anda. hidup kita hanya berhitung tahun sedangkan kehidupan berikut adalah kekal adanya.
Monday, April 21, 2008
[islam] 12 year ago, Dudayev killed as shaheed
{nirwana}
"mereka mengira syuhada adalah mati, sesungguhnya syuhada adalah hidup disisiNya dengan penuh kenikmatan, bahkan syuhada ingin berjuang dan terbunuh lagi dalam syahid"
Late at night on the April, 21st, 1996 as a result of act of terrorism became Shaheed ( Inshaa Allah) the first president of the Chechen Independent State general Dzhohar Dudayev. The impact of the rocket occurred at the moment when the Chechenian president was talking by satellite phone in deserted district nearby to village Gehi-chu in West CRI.
The Russian invaders hoped, that with Dudayev's murder resistance of Chechens will be stopped and the war will quickly end in favour of the occupational armies. However the events following the incident showed that the hopes of Kremlin could not be justified. Chechens not only did not tremble, on the contrary concentrated all their efforts and struck a crushing blow on aggressors, releasing the capital of the Native land and took full control of the situation in the country.
After Dudayev's death the Chechen government created special investigatory group on an establishment of organizers and executors of this act of terrorism. Before exit of Russian occupational armies from the Chechen Republic, the investigatory group worked in underground conditions. With restoration of sovereignty CRI, since August 1996 till September, 1999 the Chechen inspectors worked legally, collecting all necessary information on this act of terrorism.
From the moment of new intrusion of Russian aggressors into the Chechen Republic, the investigatory group became coded and began operating on underground conditions.
Till today a great volume of information and documents which partially throw light on murder by means of act of terrorism of the first Chechen president has been collected. In spite of the fact of consequent investigation, today it is possible to speak, that in this act of terrorism against Dudayev special services of USA and Russia are involved. Also the supreme military and political management of both these countries.
On one of versions which till now is fulfilled by the Chechen investigatory group, the location of the site of Dudayev was transferred to the Russian side, under the direct instruction of Clinton administration. The Agency of National Safety (АNS) of the USA traced sessions of a satellite communication of the Chechen president, used by system "INMARSAT".
Besides it is established, that the order on the organization of act of terrorism was given directly by Yeltsin. Organizers of act of terrorism and executors were personally labeled with golden stars and heroes of Russia by Yeltsin.
Interests of consequent investigation do not allow to open most of the details of this crime. However with all definiteness and confidence it is possible to declare, that investigation will not stop under any circumstances and will be finished. Organizers and executors of this act of terrorism will be found (some of them are already certain) and severely punished without a limitation period.